Saturday, July 09, 2005

Cerita tempo dulu

Malam ini kupandang lekat wajah ananda Ghulam yang tertidur pulas. Tak kusangka begitu cepat waktu berlalu, buah hatiku kini sudah tumbuh besar. Semakin jelas wajahnya mirip siapa, kata orang mirip dengan papanya, tapi sifat mirip denganku,hihihi. Kata eyang putri Jepara juga begitu, tingkahnya ini persis dengan tingkahku waktu kecil. Alhamdulillah, puji syukur hanya kehadirat Allah SWT yang memberi kami kado terindah dengan hadirnya Ghulam di keluarga kami. Mudah-mudahan kau bisa menjadi anak yang sholeh, Nak….bisa menjadi penyejuk bagi mama dan papa. Amin. Sekarang ananda Ghulam sudah menjadi seorang bocah yang lucu dan menggemaskan, tidak lagi bayi. Senangnya mendengar celotehannya, sudah bisa merangkai kalimat meski masih kelihatan logat pelonya. Membuat kami semakin dekat karena bisa berkomunikasi lisan.
Episode Hamil
Image hosted by Photobucket.comSepertinya baru kemaren aku melahirkan Ghulam. Aku masih ingat betul kala aku mengandung, pengalaman pertama yang jelas tak terlupa dengan segala suka duka yang ada. Satu bulan setengah setelah menikah, dokter menyatakan aku positif mengandung. Alhamdulillah do’a kami terkabul, kami memang berorientasi segera memiliki anak setelah menikah, benar-benar kami jaga kondisi diri dari kelelahan dsb. Dan untuk menjaga kandunganku, aku pun rajin kontrol ke dokter juga menu-menu sehat (eh, rajin banget beli masakan padang sepulang kerja, maklum selama mual hamil aku tidak mau masak), minum susu meski rasanya super eneg dan vitamin dari dokter. Dan sungguh beruntung aku memiliki suami yang mau membantu pekerjaan rumah tangga dan sangat memperhatikanku di kala aku hamil. Waktu itu misua kebingungan saat aku meminta dibelikan buku cerita detektif dan majalah Nina tapi yang bekas dari tukang loak. Keinginan ini muncul begitu saja, keinginan bayi barangkali, aku tak tau pasti. Suami sepulang kerja pun menyempatkan ke pasar loak di Jakarta, tapi karena kemalaman tidak mendapatkan semua buku yang kumaksud, tapi bisa dapetin majalah Nina dan malah dibeliin Donal Bebek, semuanya bekas. Aku berterima kasih, namun rasa penasaran akan buku cerita detektif makin menjadi dan akhirnya suami menawarkanku membelikan yang baru di Gramedia. Wiii seneng banget pas ndapetin buku-buku kesayanganku waktu di SD & SMP, aku dibeliin buku karangan Enyd Blyton , serial Pasukan Mau Tau (3 buku) dan Lima Sekawan (1 buku). Alhamdulillah penasaranku terjawab sudah. Hehehe….! Kalo mengenai masakan yang kuidamkan tuh Sayur Rebung….padahal waktu itu gak ada yang jual (lagi gak musim), ihhhh pengennn banget. Kalo yang ini terjawab ketika pernikahan kakakku yang diadakan di Magelang. Ceritanya kita naik kereta turun di Yogya dan mampir di rumah kakakku perempuan satu-satunya, di Yogya ini aku minta dicariin sayur bung. Alhamdulillah dapet meski cuman dikit dan rasanya tidak semantap masakan ibuku (maklum kakakku jarang masak sayur bung dan memang masakan ibu tidak ada yang mengalahkan, menurutku…hheehe. Oh ya, waktu hamil ini aku gemuk banget, maybe karena aku tidak bisa menghilangkan kebiasaanku minum manis. Tak lupa dimasa kehamilan ini, aku banyak berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang memiliki kesehatan yang sempurna, kesehatan jasmani maupun rohani dan anak yang sholeh. Aku juga rajin jalan-jalan pagi dan mencari sinar matahari pagi, agar lebih mudah melahirkan nantinya.

Episode Melahirkan
Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com
Cuti melahirkan kuambil sebulan sebelum melahirkan dan sengaja kutambah seminggu sebelumnya untuk berjaga-jaga karena perutku sudah sering mulas-mulas. Bahkan dokter sempat melarangku untuk mudik ketika kusampaikan aku akan melahirkan di Jepara (periksa kehamilan dengan dr.Nina SPOG di RSIA Hermina-Bekasi) dengan alasan sudah akan melahirkan. Tapi keinginanku bulat untuk dapat melahirkan di Jepara, agar anakku punya hirarki di Jawa. Terlebih lagi di Jepara banyak saudara dan ibu yang pasti bisa membantu dan mengajarkan banyak hal, maklum anak pertama jadi bener-bener perlu banyak belajar. Perlengkapan bayi yang dibelikan kakakku perempuan di Yogya juga sudah dibawa ibu ke Jepara. So dengan pasrah kepada Allah semata aku nekat mudik ke Jepara. Ternyata menunggu kelahiran masih lama, tidak seperti yang dikhawatirkan semula. Memang sering mulas-mulas dan kenceng, tapi tanda-tanda kelahiran yang lain belum muncul. Sebelumnya melahirkan masih sempat kontrol kehamilan ke dokter kandungan di Jepara 3 kali. Hingga tiba saatnya, hampir mendekati tanggal perkiraan lahir yaitu kurang 2 hari saja (usia kehamilan 39 minggu 5 hari). Waktu itu tas dan perlengkapan untuk melahirkan jauh-jauh hari sudah kusiapkan dengan harapan sewaktu-waktu tanda-tanda kelahiran muncul aku sudah tidak kerepotan lagi, apalagi jarak rumah sakit dan rumahku lumayan jauh 13km. Benar saja ketika aku sudah tidak kuat menahan sakit segera diantar ibu ke RS Graha Husada. Waktu itu tgl 19 Maret 2003 pukul 7 malam dan sudah pembukaan 2, benar-benar sakit. Rencananya kontrol dulu kalo memang belum saatnya melahirkan. Ternyata dokter menyuruh langsung menginap dan jalan-jalan aja biar gampang lahir. Segera kutelp suami yang masih di Bekasi supaya segera pulang. Mmmm…di RS Graha Husadha ini aku mendapat kamar Ruang Yudhistira 6-VIP (semua dicover perusahaan tapi sistem reimburse karena aku tidak di RS provider). Pengalaman pertama melahirkan cukup menegangkan bagiku. Dari pembukaan 2 ini ternyata tidak ada perkembangan hingga dini hari (tiap 4 jam diperiksa sudah buka berapa) dan sampai siang hari pun masih sampai pembukaan 3, sepertinya anakku ini memang menunggu papanya yang belum datang. Hingga akhirnya papanya datang lengkap sudah pembukaan 10 (meski sempat dikasih pemacu, karena ketuban sudah pecah merembes…ih sakit banget). Suamiku ikut membantu memberi motivasi dan dorongan di detik-detik akhir melahirkan.Alhamdulillah, ananda tercinta Haritsa Ghulam Arhab lahir pukul 10.40 dengan berat 3.5 kg dan panjang 50 cm, laki-laki seperti hasil USG dulu. Hari itu tanggal 20 Maret 2003, Kamis Kliwon (16 Suro 1936BE, 17 Muharam 1424H) lahirlah buah hati kami, cinta kami dan harapan kami. Image hosted by Photobucket.com
Barokallahu fiih. Puji syukur kepada Allah SWT, ananda Ghulam lahir dengan selamat. Dan Acara Aqiqah Ghulam dilaksanakan di Jepara dan sebulan kemudian dibawa ke Blora, cucu pertama dari keluarga Blora dan cucu ke 8 dari keluarga Jepara. Dan sebelum cuti melahirkan 3 bulan habis, Ghulam sudah kami boyong ke Bekasi. More 'bout Ghulam bayi...klik here

2 Comments:

At 6:10 PM, Blogger Lili said...

Waalaikummusalaam, Apa kabar BUnda Anna dan Ghulam? Semoga dalam keadaan sehat walafiat, aamiin.
Terima kasih sudah mampir yah. Sering2 main yah.
Boleh Ummi link blog-nya?

 
At 3:44 AM, Anonymous Anonymous said...

NSU - 4efer, 5210 - rulez

 

Post a Comment

<< Home